Cara Menghitung Biaya Menggunakan Jasa Arsitek

Cara Menghitung Biaya Menggunakan Jasa Arsitek. Banyak orang mengira bahwa menggunakan layanan arsitek yang banyak ditawarkan merupakan pemborosan. Padahal hal ini bisa saja malah sebaliknya? Tentunya, dilihat dari sisi keuntungan lainnya juga yang pasti bakal didapatkan konsumen. Seperti desain yang baik dari bangunan yang diimpikan, perencanaan, serta hasilnya yang berkualitas.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk memilih menggunakan layanan arsitek ini, Anda bisa memperkirakan terlebih dahulu biaya yang akan Anda keluarkan. Bagaimana cara menghitungnya?

Ada dua cara untuk menghitung biaya jasa arsitek. Yang pertama berdasarkan RAB atau Rencana Anggaran Biaya dan yang kedua berdasarkan harga per meter persegi yang ditetapkan oleh arsitek.

Persentase Berdasarkan RAB

Untuk menentukan perhitungan ini, Anda harus menentukan kategori bangunan yang telah dibagi dan fungsi bangunannya. Anda juga harus memiliki tabel perhitungan imbalan arsitek yang dikeluarkan oleh IAI. Sebuah organisasi Ikatan Arsitek Indonesia yang menjadi wadah para arsitek bersertifikat, berkualitas, dan profesional di seluruh Indonesia.

Dengan mengacu tabel perhitungan imbalan jasa arsitek dari IAI yang bisa diambil di website resmi IAI, mengambil contoh rumah masuk dalam kategori 3. Nah, untuk menghitung biayanya berdasarkan tabel yaitu 4.500.000/m². Sedangkan luas tanah yang dimiliki 160m² (8 x 20m) dan bangunan huniannya sendiri untuk rumah pribadi dengan luas areanya 200 m².

Berikut adalah cara menghitungnya :

Menghitung Estimasi Nilai Proyek : Luas Area Terdesain x Harga per Meter Persegi. Contoh di atas yaitu 200 m² x 4.500.000 = 900.000.000

Cocokkan Kategori Bangunan

Cara menghitung jasa arsitek selanjutnya yaitu melihat acuan tabel perhitungan imbalan arsitek dari IAI. Nilai proyek di atas termasuk dalam kategori kurang dari dua milyar sehingga bisa didaapy persentase harga arsitek pada kategori ini yaitu 6.48%.

Hitung Harga Jasa Arsitek

Yang terakhir yaitu menghitung jasa dari arsitek itu sendiri. Yaitu: persentase komisi arsitek (poin 2) x harga nilai proyek (poin 1). Contoh : 6.48% x 900.000.000 = 58.320.000 adalah harga untuk jasanya.

Harga per Meter Persegi dari Luas Terdesain

Selain itu, ada juga cara menghitung komisi jasa arsitek menggunakan rumus harga per meter persegi. Diambil dari contoh sebelumnya, harga komisi arsitek : luas terdesain yaitu 58.320.000 : 200m² = 291.600/m². Nah, didapat bahwa harga arsitek per meternya berada di kisaran 200-300 ribu per meter persegi.

Namun, perlu diketahui bahwa tarif di atas tidak bisa menjadi patokan karena ada beberapa arsitek yang menerapkan harga lebih tinggi. Hal ini tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengalaman dan kualitas yang dihasilkan. Kemampuan yang dimiliki pun bisa mempengaruhi faktor harga ini.

Itulah cara mudah menghitung biaya komisi jasa arsitek. Anda bisa menggunakannya untuk mempersiapkan dana sebelum benar-benar mendatangi arsitek untuk menggunakan jasanya. Dengan begitu, setidaknya Anda sudah punya perencanaan budget yang baik.

Leave a Reply